Caleg Harus Prorakyat

JAKARTA – Calon anggota legislatif (caleg) Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 harus menjadi sosok penyambung lidah dan pembela kepentingan rakyat.

Mereka jangan menjadi beban dan memberatkan pemerintahan baru periode 2014–2019. Calon legislator yang dibutuhkan saat ini adalah mereka yang prorakyat.

“Caleg harus mampu mendorong pemerintahan yang berkuasa agar benar dalam menjalankan roda pemerintahannya,” tegas pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Andi Syafrani, di Jakarta, Senin (3/3).

Andi berharap rakyat lebih hati-hati dalam memilih wakil mereka di parlemen. Masyarakat jangan terpana hanya oleh popularitas semata. Jangan hanya melihat mereka dari bentuk dan kulit luar semata. Harus kenal dan tahu isi hatinya.

“Harus bisa membedakan mana caleg yang tulus dan lurus, karena itu yang sedang kita cari. Bangsa ini mengalami kemarau caleg yang tulus dan lurus,” kata Andi.

Andi juga yakin media massa bisa membantu mengenalkan serta mempromosikan calon yang baik untuk dipilih rakyat. Media dapat memberikan referensi bagi pemilih untuk menentukan pilihannya.
“Sehingga rakyat bisa menentukan yang terbaik untuk masa depan bangsa,” kata dia.

Di tempat terpisah, Koordinator Koalisi Anti Utang (KAU), Dani Setiawan, mengatakan Pemilu 2014 harus menjadi momentum untuk mendapatkan caleg-caleg yang benar-benar bekerja untuk rakyat.

“Kita butuh caleg-caleg atau politisi yang benar-benar pro kepada kedaulatan negeri, juga rakyat,” kata Dani, di Jakarta, Senin.
Salah satu agenda kampanye yang perlu diusung oleh para caleg adalah masalah utang. Utang negara harus digunakan untuk membangun perdesaan, bukan untuk perbankan yang terbukti gagal.

Caleg harus mampu mendorong pemerintah mendatang mengoreksi kesalahan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Caranya dengan melakukan eksekusi hak tagih pada obligor pengemplang BLBI yang belum melunasi utangnya, termasuk menggenakan bunga dan denda atas kekurangan pembayaran utang BLBI.

Dani mengingatkan utang BLBI merupakan sumber menumpuknya utang Indonesia yang kini mencapai 2.465 triliun rupiah. Jika kondisi ini dibiarkan, utang BLBI pada 2033 akan mencapi 20 ribu triliun rupiah sehingga tidak bisa dilunasi lagi.

“Utang akibat dari pengemplang BLBI itu sangat besar sekali dan bila ditagih dapat digunakan untuk membangun perdesaan, bukan untuk kepentingan perbankan yang gagal,”tegas Dani.

Bila semua calon wakil rakyat di periode mendatang fokus mendorong pemerintah untuk menyelesaikan utang BLBI ini, kita yakin pemerintahan periode mendatang akan mengikuti saran wakil rakyat itu.

Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Agus Heruanto Hadna, mengingatkan para caleg untuk tidak omong doang (omdo) sebagai wakil rakyat. Saat kampanye mengumbar seribu janji, tetapi ketika berkuasa atau menjabat, tidak melakukan apa-apa.

“Caleg harus mampu mendorong pemerintah mengambil tindakan yang prorakyat. Tidak peduli berada di Komisi mana pun, semua caleg harus mendorong pemerintah agar prorakyat.

“Para caleg harus membuktikan sekarang ini dalam kampanye-kampanye bahwa dia mendukung upaya penuntasan kasus utang obligor BLBI. Setelah terpilih, janji-janji kampanyenya itu harus dikawal agar terealisasi,” tegas Agus.

Sementara itu, pakar komunikasi politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Suko Widodo, mendorong para caleg untuk mengingatkan pemerintah bahwa berlarut-larutnya masalah utang BLBI hendaknya menyadarkan pemerintah bahwa utang swasta tidak bisa dialihkan menjadi utang publik.

Persoalan BLBI menjadi akut karena pemerintah tidak bersikap tegas, termasuk mengeksekusi hak tagih terhadap obligor yang belum melunasi utangnya.

Caleg-caleg perlu ingat bahwa omongan soal BLBI kalau tidak ada eksekusi penyelesaiannya hanya akan menjadi omongan belaka yang tidak ada artinya. BLBI akan terus menjadi teror APBN dan kehidupan ekonomi Indonesia sampai 2040. Ini sangat berbahaya sekali.

“Para caleg harus menggunakan strategi yang tepat dalam merebut hati rakyat,” tegas Widodo.ags/SB/P-4

 

http://www.koran-jakarta.com/?7159-caleg+harus+prorakyat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>